Memilih ‘hidup dengan niat’

Atau intentional living bahasa yang kerap ditemukan dalam tagar-tagar di sosial media. Bagi saya, hidup dengan niat adalah usaha untuk memaknai, menghargai dan menjalani kehidupan sebagai seorang muslim. Saya melihat bahwa semua hal yang ada di dunia ini tercipta dengan maksud (walau saya masih gatau fungsi kecoa apa huhu) dan kita perlu ilmu untuk memahaminya. Bahwa tanaman… Continue reading Memilih ‘hidup dengan niat’

Mengapa mulai beralih ke organik

2013. Seekor gajah liar jantan, muda dan gagah melintas di depan saya. Sembari bersembunyi di balik batu besar saya mengintip dia dan kelompoknya yang sedang mencicipi air di sungai lalu mengambil tanah basah disekitarnya untuk dimakan. Baru kali itu saya melihat gajah liar, benar-benar liar; hidup di alam bebas walau dengan wilayah teritori yang semakin menyempit dan… Continue reading Mengapa mulai beralih ke organik

Setelah sekian lama hiatus

Akhirnya memutuskan untuk menulis lagi! Ya, setelah sekian lama sibuk sama pikiran sendiri, akhirnya tersadar (kembali) bahwa itu semua ga akan mengubah apapun. Jadi, sekarang saya berdomisili di DKI Jakarta, sedih harus meninggalkan Aceh untuk sementara waktu setelah bertahun-tahun disana; diantara manusia, hutan dan laut. Setelah aktif di ranah konservasi alam dan peningkatan ekonomi masyarakat, tahun… Continue reading Setelah sekian lama hiatus

Di atas sebuah piring

Rasanya sudah lebih dari 400 hari ia menjalani komitmen untuk tidak mengunggah ke media sosial perihal makanan-makanan yang dimakan, ataupun yang ia buat. Frascati memandang makanannya yang berisikan pasta, keju yang sudah meleleh, hadiah dari teman satu flatnya yang baru pulang dari Brussel, potongan-potongan jamur kancing, dan bayam. Ia menambahkan daun bawang dan beberapa tabur… Continue reading Di atas sebuah piring

Teknologi dan kampung halaman

Pertanyaan ini sebenarnya sudah sering lalu lalang di otak sejak beberapa tahun belakangan. Tapi percakapan dengan seorang teman dekat mengenai digitalisasi situs-situs arkeologi menjadi titik klimaks pertanyaan ini dalam diri. Awal tahun 2016, tepatnya pada bulan April, Trafalgar Square di London menjadi saksi terciptanya kembali Monumen Arch atau dikenal juga sebagai Palmyra’s Triumphal Arch. Sebuah… Continue reading Teknologi dan kampung halaman

Antara riset dan aksi nyata

“Jadi kamu belum pernah melakukan aksi nyata ya? sepertinya kamu kebanyakan melakukan riset-riset aja” Siang itu saya berhadapan dengan dua perempuan dari sebuah lembaga bernafaskan pembangunan untuk ibu-ibu di daerah minim akses, kami duduk bertiga di teras pada sebuah bangunan hunian nan tinggi di daerah Kemayoran. Pertanyaan yang diajukan tersebut sempat membuat saya mengerutkan dahi sembari… Continue reading Antara riset dan aksi nyata

Potongan ingatan dari Yunani

[Disclaimer: ini hanya catatan agar ingatan tidak dihilangkan oleh waktu] Sebagai mahasiswa penerima beasiswa dari negara lokasi sekolah, tentu sumber daya ekonomi sangat terbatas. Maka, sebagai konsekuensinya, untuk dapat hidup yang layak dan bisa jalan-jalan perlu manajemen keuangan yang sangat (amat) baik. Sudah pasti, jangan bandingkan situasi ini dengan beberapa orang yang punya pendapatan diluar beasiswa… Continue reading Potongan ingatan dari Yunani